Site Loader

Bukan tentang keindahan alam saja yang hadir dan tersaji secara alami di Dusun Butuh ini, adalah juga keragaman kegiatan sosial, budaya dan agama sebagai warisan turun temurun dari leluhur yang harus tetap dilestarikan sebagai pondasi bertahannya dinamika masyarakat khas pedesaan khususnya di Dusun Butuh dan juga sebagai aset bangsa Indonesia yang tidak semua daerah ada atau sama.

-Dusun Butuh-

Adat atau Kegiatan Tahunan

Saparan :

Acara adat bersih dusun/merti dusun dilaksanakan setiap bulan jawa (Safar) dengan didahului tahlil dan mujahadah oleh seluruh kepala keluarga pada siang hari yang bertempat di rumah Kepala Dusun dan sore dilanjutkan acara hiburan Tledekan/Tari Tayub semalam suntuk sampai esok pagi harinya. Adat ini digelar dengan tujuan sebagai bentuk rasa terimakasih dan syukur sebagai orang desa khususnya petani atas nikmat dan limpahan yang diberikan Allah SWT melalui alamNya dan juga sebagai bentuk doa harapan yang lebih baik lagi kedepannya bagi pribadi warga masyarakat dan Dusun Butuh agar tetap Dinamis, Harmonis, dan Agamis / Ayem Tentrem Lohjinawi.

Nyadran :

Acara bersih makam leluhur dan ziarah kubur secara serentak dilaksanakan setiap bulan jawa (Sya’ban) atau sebelum bulan puasa bertujuan untuk kirim doa dan permohonan ampun serta maaf kepada leluhur yang telah lebih dahulu berjuang demi masyarakat

Mauludan :

Acara peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang juga diperingati dihampir pelosok negeri ini yang beragama islam biasanya bacaan sholawatan di Masjid atau Mushola, hanya bedanya di Dusun Butuh selain membaca sholawat di Masjid dan Mushola juga acara adat gelaran Sholawatan dari kelompok Sholawatan di rumah Kepala Dusun dan diselingi juga “Metaake” yaitu adat yang dilakukan anak-anak warga Dusun Butuh dengan membawa nasi putih,daging ayam dan pisang dalam satu bakul (cething) untuk dimakan bersama-sama di rumah Kepala Dusun dan sebagian diserahkan dikumpulkan untuk oleh-oleh atau simbol wujud kasih sayang kepada seorang pemimpin yang diserahkan kepada Kepala Dusun dan Imamudin serta Bayan (Asisten Kepala Dusun).

Agustusan :

merupakan acara tahunan yang mana bukan hanya menjadi adat saja tapi kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia, tujuannya sudah tahu sendiri jadi tidak perlu dijelaskan. Yang biasa warga Dusun Butuh laksanakan adalah pementasan semua kesenian yang sebelumnya menjemput anak-anak sekolah dari SD Negeri Butuh keliling Dusun Butuh bersama semua rombongan kesenian menuju Pendopo sebagai tempat berlangsungnya acara dan juga diselingi dengan berbagai macam protokol kegiatan dan perlombaan khas 17an.

Acara / Kegiatan : peringatan hari besar agama

Dari sekian banyak hari besar Agama Islam yang ada, sudah menjadi kewajiban masyarakat Dusun Butuh untuk memperingatinya sebagai salah satu bentuk nilai ketaatan dan keharmonisan kita sebagai umat islam.

Acara pengajian selalu dilaksanakan di Lantai 2 Masjid Baituttaqwa yang mana juga menjadi aset kebanggaan tak ternilai dari masyarakat Dusun Butuh yang hingga ini proses pekerjaan pembangunan Masjid Baituttaqwa masih dalam proses dan belum selesai.

Berikut dokumentasi kegiatan :

Pengajian

Nyadran

Saparan

Mauludan

admin

One Reply to “Kebudayaan”

  1. Betul…saya baru minggu lalu di ds.Butuh Kaliangkrik, kab.magelang, Nepal Van Java, kultur budaya masyarakat nya benar2 baik, serta sopan kepada tamu yang bertandang di desa tersebut. Ingin rasanya menginap lagi di desa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *